Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal Setelah Idul Fitri

Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal

Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal Setelah Idul Fitri
Bulan Ramadhan telah berlalu dengan meninggalkan beribu kenikmatan iman yang terkandung di dalamnya, tapi setelah bulan Ramadhan berakhir, kini umat Islam menyambut bulan baru, yaitu bulan Syawal yang juga terkandung banyak kenikmatan beribadah lainnya.

Salah satunya adalah melaksanakan berpuasa sunnah atau yang lebih di kenal dengan puasa Syawal, lalu bagaimana tata cara melaksanakan puasa Syawal? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, puasa Syawal hukumnya  adalah Sunah, adapun tata cara melaksanakan puasa Syawal tidak ada perbedaannya dengan melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, yang membedakannya hanyalah niat. 

Tertib Melaksanakan Puasa Syawal

  1. "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala. Artinya : "Aku berniat puasa Sunah Syawal esok hari karena Allah Swt." 
  2. Makan sahur, setiap orang yang berpuasa di anjurkan untuk makan sahur sebelum azan Subuh, namun apabila tidak makan sahur, puasa seseorang tersebut tetap di anggap sah, karena hukum makan sahur adalah Sunnah. 
  3. Menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu. Setelah melakukan niat puasa Syawal dan makan sahur, maka orang tersebut harus menahan diri dari godaan-godaan yang akan membatalkan puasa dengan menghindari hal-hal yang membatalkan puasa. Batas waktunya juga sama dengan puasa Ramadhan, yakni dari mulai imsya' hingga waktu Maghrib tiba. 
  4. Berbuka puasa. Setelah seharian melaksanakan puasa, maka setiap Muslim wajib menyegerakan untuk berbuka puasa guna membatalkan puasanya. 

Keutamaan Melaksanakan Puasa Syawal

Pertama, akan mendapat pahala puasa selama setahun penuh, hal itu berdasarkan dari dalil yang shahih : "Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (H.R. Imam Muslim No. 1164). 

Berdasarkan hadis ini, keutamaannya adalah sama dengan berpuasa setahun. "Perhitungannya begini, setiap amal itu pahalanya di balas 10 kalinya, enam hari kali 10 pahala berarti 60, yang sama dengan dua bulan, kemudian ketika sebulan puasa Ramadhannya lunas di tunaikan, berarti 1 kali 10 sama dengan 10 bulan, dua bulan di tambah sepuluh bulan sama dengan dua belas bulan atau satu tahun." 

Yang membedakan puasa Syawal dengan puasa Ramadhan yaitu pada saat melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, boleh di lakukan secara berurutan atau berselang hari, namun yang terpenting masih di dalam bulan Syawal, tapi puasa Syawal sebaiknya di lakukan secara berurutan harinya dan sesegera mungkin.

Post a Comment for "Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal Setelah Idul Fitri"

Berlangganan via Email