Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KRONOLOGI Beredarnya Rekaman Fraksi PKS Tidak Keberatan Dengan RUU HIP Saat Rapat Baleg

Beredar Rekaman Fraksi PKS Tidak Keberatan Dengan RUU HIP Saat Rapat Baleg
Rekaman suara Fraksi PKS tidak keberatan dengan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) beredar di dunia maya. Rekaman itu disebutkan diambil saat Rapat Pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR terkait RUU HIP tanggal 22 April 2020.

Rapat itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Baleg Rieke Diah Pitaloka. Terdengar dalam rekaman itu, Rieke mempersilakan Fraksi PKS untuk menyampaikan pendapat.

Pendapat dari PKS lalu disampaikan oleh anggota Baleg DPR dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf, yang langsung memastikan tidak keberatan dengan RUU HIP.

“Fraksi PKS pada dasarnya tidak berkeberatan dan sangat berapresiasi kepada lahirnya UU ini, tentu untuk sepanjang keselamatan bangsa dan negara,” tegas suara yang disebut adalah Bukhori Yusuf itu.

Bukhori lantas menyampaikan bahwa RUU ini harus tetap memberi guidance yang paten dan jelas. Dia kemudian mengurai lima masukan dari PKS.

Masukan pertama, PKS meminta agar redaksi dari pasal 14 ayat 2 diubah. PKS ingin diksi efisiensi berkeadilan diubah menjadi efisiensi keadilan sosial. Kemudian meminta redaksi pasal 20 ayat 2 diperjelas.

Dalam hal ini PKS mengusulkan agar ada kalimat “bertujuan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Selanjutnya, Bukhori meminta agar bab penjelasan umum, khususnya alenia pertama tidak menyimpang dari pembukaan UUD.

“Kami juga mengarap agar UU ini tidak mengatur pembangunan keluarga, karena ada pembahasan RUU Ketahanan Keluarga,” sambungnya. Terakhir, PKS meminta agar TAP MPRS XXV/MPRS/1966 dimasukkan dalam konsideran mengingat.



“Tolong, @FPKSDPRRI kasih penjelasan atau klarifikasi soal video ini. Benar atau tdk fraksi PKS di DPR tdk keberatan soal RUU HIP jd usulan inisiatif DPR? Jgn sampai ada dusta diantara kita. Apa gak takut dosa? kebenaran selalu menemukan jalannya,” kicau akun @yusuf_dumdum yang membagikan rekaman di twitter, Sabtu (27/6/2020).
[Rekaman]
1/5

Tolong, @FPKSDPRRI kasih penjelasan atau klarifikasi soal video ini. Bnar atau tdk fraksi PKS di DPR tdk keberatan soal RUU HIP jd usulan inisiatif DPR?

Jgn sampai ada dusta diantara kita. Apa gak takut dosa? kebenaran selalu menemukan jalannya.




Terkait hal itu, melalui akun twitternya (@buchori_sby) Anggota DPR Fraksi PKS Bukhori Yusuf menyampaikan klarifikasi dan kronologinya.
Berikut kronologinya:
1. Podcast itu statement di rapat pembahasan RUU di Baleg DPR sebelum pengambilan keputusan di Paripurna.

2. Statement tidak keberatan itu muncul karena pimpinan Panja Baleg (sebelum tanggapan tsb)  menjanjikan akan mengakomodir masuknya Tap MPRS 25/66 yg kami sampaikan dan termasuk mendrop pasal 7 ttg Trisila dan Ekasila.


3. Kami meminta 2 hal dlm rapat tersebut yg pertama, agar ada masukan dari berbagai pihak yg luas & kedua, agar masukan2 kami di formulasikan ke dlm draft tersebut sebelum dibawa ke paripurna.

4. Setelah kemudian hasil Pleno Baleg tdk memasukkan Tap MPRS 25/66 & mendrop pasal 7 tentang trisila & ekasila, maka F-PKS (bersama FD yg sejak awal tdk mau bahas krn ingin fokus corona) tdk mau tdd RUU hasil pleno baleg sbgai bentuk konsistensi penolakan kami. (bukti sdh beredar)


5. Hasil pleno baleg di bawa ke Paripurna DPR, Jubir fpks saya sendiri.


6. Dalam rapat paripurna saya juga berteriak menyampaikan penolakan terhadap RUU karena pimpinan sidang tdk memberi kesempatan sama sekali, mengabaikan intrupsi kami, mic tdk diaktifkan & tdk diberi wkt oleh pimpinan paripurna.
2. Statement tidak keberatan itu muncul karena pimp. Panja Baleg ( sblm tnggapan tsb) menjanjikan akan mengakomodir masuknya Tap MPRS 25/66 yg kami sampaikan dan termasuk mendrop pasal 7 ttg trisila dan eka sila.

 
3. Kami meminta 2 hal dlm rapat tersebut yg pertama, agar ada masukan dr berbagai pihak yg luas & kedua, agar masukan2 kami di formulasikan ke dlm draft tersebut sebelum dibawa ke paripurna.
4. Setelah kemudian hasil Pleno Baleg tdk memasukkan tap mprs 25/66 & mendrop pasal 7 tentang trisila & ekasila, maka fpks (bersamaFD yg sejak awal tdk mau bahas krn ingin fokus corona) tdk mau tdd ruu hasil pleno baleg sbgai bentuk konsistensi penolakan kami. (bukti sdh beredar)


4. Setelah kemudian hasil Pleno Baleg tdk memasukkan tap mprs 25/66 & mendrop pasal 7 tentang trisila & ekasila, maka fpks (bersamaFD yg sejak awal tdk mau bahas krn ingin fokus corona) tdk mau tdd ruu hasil pleno baleg sbgai bentuk konsistensi penolakan kami. (bukti sdh beredar)
5. Hasil pleno baleg di bawa ke Paripurna DPR, Jubir fpks saya sendiri.


5. Hasil pleno baleg di bawa ke Paripurna DPR, Jubir fpks saya sendiri.
6. Dalam rapat paripurna saya juga berteriak menyampaikan penolakan terhadap ruu karena pimpinan sidang tdk memberi kesempatan sama sekali, mengabaikan intrupsi kami, mic tdk diaktifkan & tdk diberi wkt oleh pimpinan paripurna.

Sumber : rmol.id

Post a Comment for "KRONOLOGI Beredarnya Rekaman Fraksi PKS Tidak Keberatan Dengan RUU HIP Saat Rapat Baleg"

Berlangganan via Email