Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sayang! Kucing Emas Indonesia Yang Langka Akhirnya Mati Di Kebun Binatang Bukittinggi

Sayang! Kucing Emas Indonesia Yang Langka Akhirnya Mati Di Kebun Binatang Bukittinggi
Kucing Emas Indonesia Langka
Kasihan!!! Seekor kucing emas jantan berusia empat tahun dinyatakan mati setelah menjalani perawatan di klinik Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang Bukitinggi, Kamis (18/6/2020).

Kucing Emas Indonesia Langka

Kucing Emas adalah jenis yang misterius dan sangat sulit di jumpai saat ini di belahan manapun di dunia, beberapa hari yang lalu dapat di Indonesia di hutan Sungai Dareh Pauah, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Agam. Tapi sayang! Sekarang akhirnya mati. 

Penyebabnya karena masih sedikit sekali pengetahuan mengenai prilaku dan ekologi kucing jenis ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. Pola hidup satwa ini belum diketahui secara jelas tidak seperti jenis kucing hutan lainnya.

Sebelumnya, kucing langka itu dievakuasi oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Bukittinggi dari perkebunan milik warga di hutan Sungai Dareh Pauah, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Agam.

Satwa liar dilindungi dengan nama latin catopuma temminckii itu, meninggal akibat terserang ektoparasit caplak. Diperparah lagi, kondisi kesehatan kucing yang kian memburuk akibat luka pada kaki kiri bagian depan.

Sebelum menjalani perawatan di klinik TMSBK Bukittinggi, satwa yang masuk dalam kategori spesies kucing hutan itu, ditemukan BKSDA Resor Bukittinggi dalam kondisi terjerat trap babi yang dipasang warga.

“(Sudah) mati. Tadi pagi kata dokter hewan sudah mati. Analisisnya, selain luka kaki membusuk dan kian parah, juga terserang ektoparasit caplak,” kata Kepala BKSDA Resor Bukittinggi, Vera Chiko, Kamis (18/6/2020).

Dijelaskan Vera, ektoparasit caplak adalah parasit yang hidup di luar inangnya, di permukaan tubuh. Pada kasus kucing emas ini, banyak ditemukan parasit dan kutu pada bagian telinga dan tubuh. Meski sudah diberikan perawatan semaksimal mungkin, tetapi tetap tak bisa diselamatkan.

“Ektoparasit caplak banyak ditemukan di sekujur tubuh kucing emas ini. Mulai dari telinga sampai badannya. Kita sudah tangani semaksimal mungkin,” ujar Vera.

Kucing emas ini merupakan satu dari sembilan jenis kucing hutan. Dari sisi ukuran, kucing emas sedikit lebih kecil jika dibandingkan dengan macan dahan dan lebih besar dari kucing kampung biasa.

Lembaga internasional untuk konservaasi alam (IUCN) yang fokus menangani hewan-hewan terancam punah menyatakan, bahwa kucing emas ini berstatus near threatened atau rentan punah.

Bangkai kucing emas tersebut, saat ini sudah dikubur di area sekitar klinik TMSBK Bukitinggi.

Post a Comment for "Sayang! Kucing Emas Indonesia Yang Langka Akhirnya Mati Di Kebun Binatang Bukittinggi"

Berlangganan via Email